Langsung ke konten utama

Watak manusia yang sebenarnya

Di sebuah kebun binatang. Di pintu masuk tertulis, Tarif tiket : Rp 100.000,-/orang. Karena beberapa lama tidak ada pengunjung, maka harga tiket diturunkan menjadi : Rp 50.000,-/orang. 

Namun masih tidak ada juga pengunjung yang datang. Akhirnya kembali ia turunkan tarif tiket menjadi hanya : Rp 5.000,-/orang. Dan tetap tidak ada pengunjung yang mau masuk.


Akhirnya ditulislah pengumuman : "Masuk gratis". Dan tiba-tiba banyak orang yang berebutan masuk. Ketika pengunjung di dalam penuh, Sang pawang membuka semua pintu kandang binatang buas seperti Singa, Harimau, Serigala, Ular, Gorila, dsb. Pengunjung pun sontak pada Panik! ketakutan! kemudian pintu keluar di kunci.

Lalu di pintu keluar itu di tuliskan "Keluar Bayar Rp 600.000,-/orang. Dan ternyata banyak orang berebut membayar.

Inilah ironi kehidupan.

Ketika ditawarkan Hidup Sehat :
- makan yang sehat
- tidak merokok
- istrahat yang cukup
- olah raga, dsb
Demi menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit banyak orang yang tidak mau.

Tapi kalau sudah masuk rumah sakit, berapapun mahal biayanya pasti dibayar asal bisa sembuh, sekalipun harus jual asset dan bahkan berhutang.

Jack Ma bilang: jika pisang dan uang diletakkan di hadapan se-ekor monyet, maka monyet akan memilih pisang, karena monyet tidak mengerti bahwa uang bisa digunakan untuk membeli banyak pisang. 

Dalam kenyataan hidup, jika uang dan kesehatana diletakkan dihadapan orang, acap kali orang akan memilih uang, karena terlalu banyak orang yang tidak mengerti bahwa kesehatan dapat berguna mendapatkan lebih banyak uang dan kebahagiaan.

Semoga tulisan ini menyadarkan kita akan sangat berharganya kesehatan. Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'afiat, bahagia dan panjang umur yang berkah. Aamiin

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan DSAK dan PSAK di indonesia

Syifa.com - Profesi Akuntan di Indonesia  terhimpun dalam Ikatan Akuntan Indonesia yang berdiri pada 23 Desember 1957. Dewan Standar Akuntansi merupakan salah satu lembaga di bawah Ikatan Akuntan Indonesia yang bertugas menyusun dan menetapkan pernyataan standar akuntansi keuangan. Perkembangan DSAK dan PSAK di indonesia Kebutuhan standar akuntansi keuangan dirasakan perlu sejak diaktifkannya kembali pasar modal pada tahun 1973. Pada tahun tersebut dibentuk panitia penghimpun bahan-bahan dan struktur dari Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dan Generally Accepted Auditing Standar (GAAS). Panitia tersebut menghasilkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1973 dan Norma Pemeriksaan Akuntan (NPA). Keduanya merujuk pada US-GAAP dan US-GAAS. Selama hampir sembilan tahhun, PAI tidak mengalami perkembangan, perubahan, maupun penambahan dari standar yang dibuat, padahal rujukan utamanya mengalami perubahan yang pesat. berdasarkan ketentuan yang ada saat itu, pengesahan ...

Makalah Anggaran Operasional

ANGGARAN PERUSAHAAN DISUSUN OLEH :  KELOMPOK 2 : ALIANSYAH                (14 401 083) M.TOHIR                      (14 401 080) ANITA MULTI.S          (14 401 077) VANESSSA D K           (14 401 079) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI  YAYASAN PENDIDIKAN UJUNG PANDANG (STIE-YPUP) 2016 Kata pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Karena kete...

Percakapan ayah dan anak perempuan

Syifa.com - Suatu ketika, seorang anak perempuan bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dan badanya yang bungkuk, disertai suara batuk-batuk.  Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian bungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketiak ayahnya sedang santai di beranda.  Ayahnya menjawab, "Sebab aku laki-laki, Nak." Itulah jawaban ayahnya. Anak perempuan itu bergumam, "Aku tidak mengerti, Ayah." Jawabannya ayahnya itu membuatnya tercenung penuh rasa penasaran.  Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu. Kemudian ditepuknyalah bahunya sambil berbisik, "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki."  Bisikan ayahnya tersebut membuat anak perempuan itu bertambah bingung. Karena penasaran, anak perempuan itu menghampiri ibunya lalu bertanya, "Ibu mengapa wajah ayah menjadi b...